Kepala BNPB Prioritaskan Upaya Pencegahan & Penegakan Hukum Karhutla di Kalsel

 



MEDIA CENTER BANJARBARU – Dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo tentang penanggulangan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di  Kalimantan Selatan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi terkait penanganan tersebut. Rakor tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dan Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, serta turut serta Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono, bertempat di Hotel Novotel Banjarmasin Airport, Selasa. (20/07/2023)

Gubernur Kalimantan Selatan memberikan Piagam. Foto: Hafiz

Terdapat beberapa poin yang dibahas dalam rakor tersebut diantaranya, melakukan pembinaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, mengefektifkan upaya penegakan hukum pidana terkait kebakaran hutan dan lahan, serta menjatuhkan sanksi maksimum berdasarkan perundang-undangan atas pelanggaran pembakaran hutan dan lahan.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan bahwa dari 13 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan terdapat 4 daerah dengan jumlah hotspot lebih dari 100 titik. Dengan Kabupaten tanah laut merupakan daerah jumlah hostpot tertinggi dengan jumlah 413 titik.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Foto: Hafiz

Ia juga menjelaskan bahwa dampak dari badai El nino akan dirasakan di Indonesia begitu pula di Kalimantan Selatan. Dengan iklim kemarau yang kering maka diperlukan penanggulangan khusus agar siap menghadapi dan mengantisipasi keadaan tersebut. Dalam kesempatan yang sama BNPB juga menyerahkan bantuan berupa alat pemadaman api Kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Alat Pemadaman Api oleh BNPB. Foto: Hafiz

Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono yang saat itu beradir juga menyuarakan untuk mengikuti sesuai arahan Presiden Joko Widodo dengan segera melakukan upaya pencegahan, cari solusi permanen agar tidak ada yang membuka lahan dengan cara membakar hingga jangan biarkan api membesar harus tanggap dan jangan sampai terlambat.

Wakil Wali Kota Banjarbaru. Foto: Hafiz

Sesuai data yang dipaparkan tentang daerah yang termasuk hotspot, Kota Banjarbaru sendiri memilliki titik siaga yaitu Daerah sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor yang merupakan hostpot ring satu dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Hfz/Yds/MedCenBJB)

0 Komentar