Langsung ke konten utama

KI Kalsel dan Diskominfo Banjarbaru Perkuat Keterbukaan Informasi untuk Warga

Komisi Informasi Provinsi Kalsel bersama jajaran Diskominfo kota Banjarbaru berfoto bersama usai kegiatan monitoring PPID.

 


MEDIA CENTER BANJARBARU – Upaya meningkatkan keterbukaan informasi publik di Kota Banjarbaru kembali mendapat perhatian serius. Senin (17/11/2025), Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Selatan melakukan verifikasi dan asistensi pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Banjarbaru. Kegiatan ini bukan hanya sekadar penilaian administratif, tetapi merupakan langkah yang bertujuan memastikan masyarakat Banjarbaru mendapatkan akses informasi yang lebih mudah, cepat, dan transparan dari pemerintah.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Johan Arifin itu merupakan bagian dari rangkaian Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (Monev KIP) 2025, yang digelar untuk menilai sejauh mana pemerintah daerah memenuhi hak masyarakat dalam memperoleh informasi. Melalui visitasi dan validasi ini, Komisi Informasi ingin memastikan bahwa berbagai informasi yang berkaitan dengan pelayanan, anggaran, hingga kegiatan pembangunan benar-benar terbuka dan tersedia bagi publik.

Tim PPID Diskominfo Banjarbaru dalam sesi diskusi bersama Komisi Informasi Kalsel.

Ketua Komisi Informasi Kalimantan Selatan, Ahmad Rijani, menyampaikan bahwa peningkatan keterbukaan informasi memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) sangat menentukan, karena PPID merupakan pintu resmi yang membantu masyarakat memperoleh informasi dengan cepat, jelas, dan sesuai ketentuan.

“Ada lima indikator yang kami nilai, dan semuanya berhubungan dengan bagaimana masyarakat dapat memperoleh informasi dengan mudah, baik melalui website maupun langsung dari PPID,” ujarnya.

Indikator itu mencakup ketersediaan informasi berkala yang wajib dipublikasikan tanpa harus diminta, seperti laporan kinerja, perencanaan pembangunan, hingga kegiatan pemerintah. Selain itu, informasi yang harus tersedia setiap saat juga menjadi perhatian, agar warga yang memerlukan dokumen tertentu misalnya terkait bantuan, pelayanan publik, atau data program pemerintah dapat memperolehnya tanpa hambatan.

Di era digital, keberadaan website yang informatif juga menjadi sorotan utama. Website pemerintah kini menjadi pintu pertama yang diakses masyarakat, sehingga tata kelola dan kelengkapan informasinya harus terjamin. Transparansi pengadaan barang dan jasa juga menjadi kewajiban, karena berkaitan langsung dengan penggunaan anggaran daerah yang perlu diketahui publik. Begitu pula dengan penguatan kelembagaan PPID, yang berperan memastikan setiap permohonan informasi masyarakat dapat dilayani dengan baik.

Komisi Informasi Provinsi Kalsel saat memberikan keterangan terkait monitoring PPID.

Bagi masyarakat Banjarbaru, peningkatan kualitas keterbukaan informasi ini berarti akses yang lebih mudah terhadap layanan, pengawasan yang lebih terbuka terhadap anggaran pemerintah, serta informasi pelayanan publik yang lebih jelas dan cepat diakses. Mulai dari informasi pendidikan, kesehatan, perizinan, bantuan sosial, hingga pembangunan infrastruktur, semuanya diharapkan lebih transparan dan mudah dipahami.

Melalui kegiatan Monev ini, Komisi Informasi berharap Kota Banjarbaru terus berkomitmen menghadirkan layanan informasi yang semakin inklusif, akuntabel, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kota Banjarbaru pun menegaskan kesiapannya untuk memperkuat peran PPID sebagai garda terdepan dalam memberikan informasi yang benar, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan. (Ald/Ezh/MedCenBJB)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petani Panen Padi 5,7 Ton di Sungai Ulin, Bukti Ketangguhan dan Wujud Banjarbaru EMAS

  Momen Panen Padi Kelompok Tani Bumi Makmur – Foto: Oriz MEDIA CENTER BANJARBARU –  Syukuran panen padi digelar oleh Kelompok Tani Bumi Makmur Kelurahan Sungai Ulin, Kamis (31/07/2025), sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen padi varietas Siam Madu yang berhasil mencapai produktivitas 5,7 ton per hektar di lahan seluas 0,25 hektar. Kegiatan syukuran yang berlangsung di lahan sawah kelompok tani ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Banjarbaru Nurkhalis Anshari, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru Abu Yazid Bustami, Kepala UPT BPP Banjarbaru Ichnaton Achmad Karyadi, para penyuluh pertanian, serta para petani dari Kelompok Tani Bumi Makmur. Anggota DPRD Kota Banjarbaru Nurkhalis Anshari saat menyampaikan sambutan – Foto: Oriz Anggota DPRD Kota Banjarbaru Nurkhalis Anshari dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat para petani yang tetap produktif meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan. “ Di tengah keterbatasa...

Rakor SKPD dan Gebrakan Literasi, Wali Kota Banjarbaru Serahkan Bantuan Buku untuk 5 Perpustakaan Sekaligus

  MEDIA CENTER BANJARBARU  – Pemerintah Kota Banjarbaru kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk bulan Agustus 2025, bertempat di Aula Gawi Sabarataan Banjarbaru, Senin (04/08/2025). Rakor ini merupakan agenda rutin bulanan yang bertujuan untuk memperkuat sinergi antar SKPD, serta memastikan pelaksanaan program dan kegiatan Pembangunan berjalan sesuai dengan visi misi Kota Banjarbaru yakni, Banjarbaru Emas, Elok, Maju, Adil dan Sejahtera. Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby saat memberikan arahan. Foto – Alma Dalam arahannya Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, dirinya meminta seluruh SKPD agar dapat melaksanakan instruksi atau peraturan Pemerintah Pusat dalam rangka efesiensi anggaran. “Tetap perhatikan dan dilaksanakan sehingga belanja anggaran benar-benar tetap memperhatikan kepada kebutuhan masyarakat. Dan ulun juga meminta seluruh SKPD bisa melaksanakan inovasi dan trobosan program dan kegiatan,” ujarnya....

Program 100 Hari Kerja Lisa dan Wartono: Rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni

  MEDIACENTER BANJARBARU  – Rehabilitasi rumah tak layak huni yang merupakan salah satu program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru mulai dilaksanakan, yang disambangi langsung oleh Erna Lisa Halaby dan Wartono di kelurahan Cempaka dan Sungai Tiung pada Rabu (30/07/25). Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby dan Wakilnya Wartono memastikan warga yang menghuni rumah tidak layak di kecamatan lain juga akan menerima program rehabilitasi ini. Terlebih lagi Lisa dan Wartono ingin program ini tepat sasaran serta sesuai verifikasi di lapangan. Suhrianoor, salah satu penerima bantuan rehabilitasi rumah tak layak huni di Kecamatan Cempaka. Saat diwawancara, Erna Lisa Halaby sampaikan rasa syukur karena Pemkot Banjarbaru dapat menyalurkan bantuan untuk rumah tak layak huni khususnya di wilayah kecamatan Cempaka. “bantuan untuk rumah tak layak huni ini dalam rangka meningkatkan kualitas hidup bagi masyarakat dan meningkatkan kenyamanan.” Ucap Lisa. Pada kesempatan ini,...