Pelatihan Lanjutan Kader Pangan B2SA Menuju Peluang Perubahan Bersama Atasi Stunting

 


MEDIA CENTER BANJARBARU – Dalam upaya lebih meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarbaru menggelar Pelatihan Lanjutan Kader Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) di Kota Banjarbaru, Bertempat di Aula Gawi Sabarataan, Rabu (15/05/2024).

Terselenggaranya pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan kader-kader pangan, dalam mengatasi masalah gizi buruk yang masih menjadi permasalahan yang harus diatasi di Kota Banjarbaru.

Para peserta pelatihan mendapatkan pengetahuan lanjutan tentang nutrisi, pengolahan pangan yang baik dan benar, serta strategi penyuluhan yang efektif untuk mengatasi masalah stunting.

Kepala DKP3 Kota Banjarbaru Abu Yajid Bustami saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Foto – Yudhis

Kepala DKP3 Kota Banjarbaru, Abu Yajid Bustami saat membuka acara pelatihan mengatakan, Pemerintah Kota Banjarbaru saat ini telah berhasil menurunkan angka stunting di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan.

“Pada tahun 2022 angka stunting di Banjarbaru masih diangka 22 persen, saat ini pada tahun 2024 Banjarbaru berhasil menurunkan angka stunting menjadi 12 persen dan terbaik se-Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Para kader pangan dan posyandu yang menjadi peserta pelatihan. Foto – Yudhis

Masih kata Abu Yajid, dengan penurunan angka stunting tersebut berkat kerja sama bersama seluruh elemen masyarakat, skateholder dan mitra. Pasalnya, Pemerintah Daerah tidak bisa berjalan dengan sendirinya.

“Kenapa Pemerintah Daerah membentuk kader-kader seperti pangan, posyandu dan sebagainya, karena Pemerintah Daerah perlu bekerja sama dengan masyarakat memberdayakan semua elemen masyarakat dalam rangka membangun Kota Banjarbaru yang menciptakan generasi penerus yang sehat dan berprestasi,” katanya.

Selain pemberian materi pelatihan, kegiatan ini juga praktik langsung dalam pengolahan pangan yang bergizi, termasuk cara memasak dengan mempertahankan kandungan nutrisi yang optimal. Hal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para kader pangan untuk mengimplementasikan pengetahuan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Wiwien Robiaty saat memberikan materi pelatihan. Foto – Yudhis.

Selain itu, DKP3 Kota Banjarbaru juga mengharapkan terselenggaranya pelatihan lanjutan ini, para kader pangan di Kota Banjarbaru akan semakin mampun menjadi agen perubahan yang berdaya dalam memerangi masalah gizi buruk dan stunting. (Yds/Nvl/MedCenBJB)

0 Komentar