Pemkot Banjarbaru Terus Berupaya Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

 


MEDIA CENTER BANJARBARU – Guna upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru menggelar Rapat Pembentukan dan Evaluasi Jejaring Skrining Layak Hamil, Antenatal Care (ANC) dan Stunting Tingkat Kota Banjarbaru, bertempat di Aula Gawi Sabarataan Balai Kota, Kamis (19/10/2023).

Terselenggarannya kegiatan ini yakni sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, dan juga dalam upaya perbaikan gizi masyarakat. Selain itu, tujuan utama adanya tim jejaring ini adalah memperluas jangkauan data soal kehamilan serta tumbuh kembang anak di Kota Banjarbaru.

Dengan pengumpulan data yang lebih banyak ini tentunya Pemerintah Kota Banjarbaru akan lebih mudah dalam mengambil kebijakan terkait kesehatan ibu dan bayi. Hal ini sejalan dengan aksi untuk menurunkan angka kasus stunting dan meningkatkan gizi masyarakat.

Para peserta melakukan peregangan badan disele-sela rapat. Foto – Yudhis

Wali Kota Banjarbaru yang diwakilkan oleh Plh Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Rahmah Khairita menyampaikan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan ini, kita harus bersama-sama peduli dengan kasus kematian ibu dan bayi serta stunting di Kota Banjarbaru

“Untuk kematian ibu hasil dari data hingga bulan September 2023 ada 3 kematian, sedangkan untuk bayi sebanyak 38 kematian. Angka kematian bayi tersebut cukup besar, kemudian juga angka stunting mengalami kenaikan pada tahun 2023 ini,” ucapnya.

Lebih lanjut Rahmah menjelaskan, stunting tidak hanya soal asupan makanan maupun keturunan. Melainkan soal edukasi bagi orang tua maupun calon pengantin, tentang sudut pandang kesehatan, pendidikan, sosial dan agama.

“Jadi dengan adanya rapat pembentukan dan evaluasi ini diharapkan bisa terpadu, jadi mulai dari calon pengantin sudah diberikan pemahaman tentang kehamilan. Hingga nantinya saat hamil untuk menjaga kesehatan janin dan sang ibu hingga sampai melahirkan, untuk mengurangi angka kematian ibu, bayi dan gizi masyarakat,” ujarnya.

Peserta rapat pada hari sebanyak 90 orang yang akan menerima sosialisasi terkait Jejaring layak hamil, identifikasi stunting dan pencegahannya, skrining kehamilan dan tata laksana komplikasi medis serta peranan KUA dalam pembekalan calon pengantin dalam persiapan kehamilan.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber yang kompeten yakni dari IDAI Provinsi Kalimantan Selatan, POGI Provinsi Kalimantan Selatan dan Kemenag Kota Banjarbaru. (Yds/Ijong/MedCenBJB)

0 Komentar